Diceritakan pada zaman Rasululloh dulu ada sahabat beliau yang meninggal dunia, beliau selalu datang takziyah setiap kali ada suatu kematian, namun tak hanya itu beliau juga ikut dalam pemakaman jenasah.
Setelah proses pemakaman para pentakziyah pun pulang ke rumah masing-masing, namun tidak bagi Rasulullah. Beliau menyegerakan diri untuk bertamu ke rumah ahli waris si jenasah.
Sesampainya di rumah si ahli waris, Rasululloh bertemu dengan istri si jenasah. Beliau menanyakan apakah ada wasiat dari suaminya yang meninggal dunia.
Perempuan itu menjawab “Ada ya Rasulullah, namun aku sendiri tidak mengetahui apa maksud dari wasiat tersebut“.
Rasulullah menanyakan kepada perempuan “apa wasiat dari suamimu?”
Perempuan itu berkata “wasiat suamiku yang pertama adalah seandainya lebih jauh“.
Rasulullah menjawab “Aku tahu jawaban dari wasiat suamimu ini. Pada suatu ketika suamimu hendak sholat subuh di Masjid dia bertemu dengan seseorang yang buta. Orang buta tersebut meminta tolong pada suamimu untuk mengantarkannya pada suatu tempat, maka suamimu antarkan namun tidak sampai pada tempatnya hanya disuatu tempat yang dekat dengan tempat tujuan orang buta tersebut“.
Perempuan itu bingung dan kembali berkata “Wasiat suamiku yang kedua adalah seandainya yang baru“.
Rasululloh menjawab “Aku tahu jawaban dari wasiat suamimu ini. Pada suatu ketika suamimu bertemu dengan seorang gelandangan yang berpakaian tidak layak dan ketika itu suami sedang mengenakan mantel dan juga membawa mantel baru ditangannya. Lalu gelandangan tersebut meminta pada salah satu dari kedua mantel tersebut, maka oleh suamimu diberikanlah mantel yang dikenakannya kepada gelandangan tersebut sedangkan mantel baru yang ditangannya dipakai sendiri”.
Perempuan tersebut tambah bingung dan kembali berkata “Wasiat suamiku yang ketiga adalah seandainya semuanya”.
Rasulullah menjawab ”Aku tahu jawaban dari wasiat suamimu ini. Pada suatu ketika datang pengemis ke rumahnya, yang disaat itu suamimu sedang makan. Pengemis itu meminta pada makanan yang ada, oleh suamimu diberikanlah sebagian dari makanannya untuk pengemis itu”.
Perempuan itu tambah bingung dan bertanya pada Rasulullah “Wahai Rasulullah sebenarnya apa maksud dari ketiga wasiat tersebut yang telah engkau jelaskan, sesungguhnya belum jelas kepadaku”.
Rasulullah menjawab pada pertanyaan perempuan “Ya ahli warisnya rumah, sesungguhnya pada saat tiap-tiap diri dalam keadaan sakaratul maut, maka diri itu diperlihatkan balasan pahala atau dosa akan seluruh amal perbuatan yang dilakukan pada saat hidup di dunia. Suamimu melihat pahala dari apa-apa yang dia wasiatkan kepadamu, dia menyesal mengapa saat dia bertemu dengan orang buta tidak mengantarnya sampai benar-benar tempat tujuan, dia menyesal mengapa saat bertemu gelandangan dia tidak memberikan mantel yang baru, dia menyesal mengapa saat ada pengemis bertamu di rumahnya dia tidak memberikan seluruh makanannya, karena dia menyesal setelah melihat pahala apa yang akan dia dapat seandainya dia melakukan apa yang dia sesali pada saat sakaratul maut dan dia wasiatkan padamu”.
Pada saat sakaratul maut nanti masing-masing dari diri kita akan diperlihatkan pahala dan dosa apa yang kita dapatkan dengan amal perbuatan kita di dunia Kadang bisa dilihat diri seseorang pada sakaratul maut apakah orang itu kembali kepada Alloh dengan membawa banyak pahala, atau sebaliknya dengan membawa banyak dosa.
Kita bisa melihat seseorang yang meninggal dunia dengan wajah tersenyum karena dia melihat pahala yang dia dapat dari amal perbuatannya di dunia, kadang seseorang meninggal dunia dengan menangis, atau wajah yang takut karena melihat dosa yang dia dapat dari amal perbuatannya di dunia.
Oleh karena itu kita harus senantiasa menjadi muslim yang menjalankan seluruh perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya sesuai dengan Al-Quran dan Al-Hadits, semoga kita selalu menjadi hamba yang disayangi oleh Alloh Subhanahuwataala.
Bagaimana dengan dirimu, apakah telah memiliki bayangan apa yang akan kalian lihat pada saat sakaratul maut nanti dengan melihat amal perbuatan apa yang telah kalian lakukan selama ini??


September 2, 2008 at 11:03 am
terima kasih sharing info/ilmunya…
saya membuat tulisan tentang “Mengapa Pahala Tidak Berbentuk Harta Saja, Ya?”
silakan berkunjung ke:
http://achmadfaisol.blogspot.com/2008/08/mengapa-pahala-tidak-berbentuk-harta.html
salam,
achmad faisol
http://achmadfaisol.blogspot.com/
September 7, 2008 at 11:08 pm
@faisol
Sama-sama mas, sesama muslim memang harus saling nasehat menasehati, linknya sudah saya kunjungi sekaligus give a comment