Hmm…dilihat dari judulnya pasti membayangkan suatu film The Butterfly Effects atau suatu software Adobe After Effects, namun bukan untuk hal yang satu ini tidak ada hubungannya sama sekali dengan kedua hal tersebut, mau tahu?
Sesuai Hadits dari Rasululloh bahwa pemuda adalah cabang dari kegilaan, hal itu terjadi kemarin disaat temenku ngidam sesuatu.
Yap si Minthul lagi ngidam yang namanya kepala kambing, tidak tahu asal muasal bagaimana dia jadi ingin ekstrim kuliner tersebut padahal yang kutahu kalo si Minthul itu gak kuat kalo maem yang namanya kambing.
Berangkat hunting jam 7 malem dengan berbekal informasi dari temen kantor yang menjual makanan aneh ini ada di daerah sekitar Nglames, Madiun Gateway. Aku, Saud n Minthul berangkat mencari lokasi yang dimaksud.
Ketemu…Depot yang menyediakan segala macam masakan kambing itu masih memiliki stok kepala kambing yang ready to use eh salah ready to eat namun untuk menyajikannya membutuhkan waktu masak yang lama sekitar dua jam, jadi kita memesan terlebih dahulu dan kembali sekitar jam setengah 9 malam.
Jam setengah 9 kita kembali ke “Lancur Sakti”, nama yang aneh untuk sebuah depot sate gule. Sambil menunggu pesanan matang, aku dan Minthul menikmati appetizer berupa tetelan daging kambing bungkusan yang sudah siap makan, a good one appetizer.
Eng…Ing…Eng… pesanan telah datang satu persatu, diawali dengan tiga piring nasi putih, tiga gelas teh hangat, sepiring kecil makanan yang awalnya aku tidak tahu kalo itu ternyata otak kambing ( dikasih tau ma pelayannya ), dan menu utama krengsengan satu kepala kambing utuh, maksudnya utuh itu ya satu kepala kambing tapi udah dipotong kecil-kecil, lagian siapa yang mau makan kalo tuh kepala kambing utuh beneran :p.

Piring Kecil Otak Kambing, Mangkok besar kepala kambing
Ya Alloh, ini mah porsi makan buat sepuluh orang
, gimana cara ngabisinnya ketiga pemuda ini bingung, akhirnya diawali dengan Bismillah mereka menguji nyali memakan ekstrim kuliner ini, adapun liputannya sebagai berikut :
Syndrome Endas Embik Mode [ON]
I. Stadium Awal :
- Si Minthul mengawali cidukan pertama penuh dengan cingur, daging tetelan, dan lidah kelihatan menggugah selera.
- Si Saud melirik sesuatu yang kelihatannya nikmat, ya…Saud menemukan sebuah mata kambing terapung diantara tetelan kepala kambing yang mengambang (hiii…gak bisa bayangin mata dimakan) langsung diciduk bercampur dengan tetelan kepala kambingnya.
- Dari awal koq gak ada yang mencoba otak kambing? Langsung saja aku sikat sesendok otak kambing (fear factor mode ON :D ) penasaran bagaimana rasanya ditambah dengan cidukan tetelan kepala kambingnya.
II. Stadium Lanjut :
- Cidukan kedua diawali oleh Saud, dia ketagihan dengan yang namanya mata kambing katanya sih empuk-empuk kenyal, oleh karena itu Saud mengaduk-ngaduk mangkok mencari mata kambing yang satunya. Ketemu langsung diciduknya mata kambing yang sudah tidak berbentuk lagi.
- Si Minthul sepertinya sudah mulai tidak kuat, sesekali dia berhenti sejenak, matanya mulai sayu, wajahnya mulai kelihatan pucat namun dia tidak mau kalah dengan Saud, cidukan keduanya penuh dengan tetelan sepertinya masi bersemangat untuk gila
.
- Aku sendiri gak mau kalah melihat kedua temanku, aku lakukan cidukan kedua namun tidak begitu banyak karena aku sudah mulai kekenyangan, aku ambil beberapa kerupuk untuk mengimbangi minyak dari krengsengan itu, karena bagiku ada yang kurang makan tanpa krupuk
.
|||. Stadium Lanjut kedua
- Kini giliranku mengambil cidukan ketiga, karena nasinya sudah habis ditambah dengan perutku yang mulai kekenyangan akupun hanya menyiduk beberapa tetelan kecil yang bisa kunikmati perlahan namun pasti.
- Minthul mulai sambad gak kuat, katanya mulai merasa pusing namun masih diteruskan dengan mengambil beberapa tetelan kecil mengimbangi dengan nasinya yang masih belum habis.
- Saud masih bersemangat dengan cidukannya, sepertinya dia masih tahan dengan makanan tersebut juga dengan porsi makannya yang sepertinya masih belum kenyang (jadi heran Saud makannya banyak tapi koq gak gemuk-gemuk yah :p )
IV. Stadium Kritis
- Si Minthul sudah gak tahan, dilepas sendok dan garpu dari tangannya, kemudian diminumnya teh hangatnya. Wajahnya sudah keliatan gak karuan kayak orang teler, matanya jadi sayu banget, aku takut tiba-tiba dia pingsan
.
- Saud pun mulai merasa kepalanya berat, disudahinya menikmati kepala kambing tersebut (Ud jangan ikut-ikutan teler kayak Minthul yah).
- Sebenernya aku masih ingin lebih menikmati dikit-dikit namun ada hal yang membuatku menyudahi menikmati itu, aku merasakan sesuatu yang sepertinya itu darah, rasanya amis :’(. Apa ini hanya kebetulan mencucinya kurang bersih yah?
IV. Stadium Akhir
- Akhirnya porsi kepala kambing yang disajikan tidak bisa habis dimakan 3 orang, memang itu porsi untuk 10 orang, otak kambingpun masih seperti utuh (karena hanya aku yang makan itupun hanya satu sendok)jadi sisanya dibungkus, rencananya sih untuk sarapan pagi (tapi aku yakin gak akan ada yang makan
).
- Si Minthul bener-bener gak tahan, akhirnya aku gantiin dia nyupir pulang, dia sendiri terkapar di jok tengah dengan wajah bener-bener seperti orang mabuk.
- Si Saud sepertinya masih sehat meskipun ngomong kalo kepalanya dah mulai terasa berat, pulang masih bisa senyum :p.
- Aku sendiri alhamdulillah masih diberi kesehatan dan kewarasan sehingga bisa menyetir mobil pulang menggantikan Minthul
V. The After Effects
- Alhamdulillah bisa pulang ke mess dengan selamat
.
- Kepala kambing yang dibungkus gak dimakan sama temen-temen mess coz kenyang semua dan ada yang memang gak mau makan kayak gituan :p.
- Si Minthul melanjutkan status terkaparnya langsung sesaat sampai di mess, merebahkan diri di kasur berselimut sprei (weks…nggilani
), dan baru bangun jam 8 pagi keesokan harinya.
- Saud masih kuat dengan mengubah channel TV mencari siaran yang bagus, namun beberapa menit kemudian ikut terkapar ( tidak tahu karena kekenyangan atau memang mengantuk atau memang ikut Minthul terkapar kena efek makan kepala kambing ).
- Nah yang nulis nih blog koq efek maem kambingnya lain sendiri, bukannya tidur atau pusing malah dibuat ProEvo-an sama Mas Doni dan baru selese jam 12 malem dilanjutin nge-blog dan cari duid, alhamdulillah diberi kesehatan dan kebarokahan
.
VI. The Next Effects
- Enggak tau apa memang kena efek makan kepala kambing atau memang beneran koq ketiga orang ini katanya sekitar sih tambah lemot, tambah numb, tambah dumb kayak kambing kali yah :p, dan efek pusing-pusingnya si Minthul masih berlanjut sampe sekarang
- Sepertinya gak akan mau makan yang namanya kambing dalam waktu yang cukup lama
.
Kepala Kambing…Mau???


September 18, 2008 at 12:25 am
wew….
gule kepala kambing kan mak nyuzzz tuh,,,,
tp klo porsinya jumbo gtu,,,
yah over dosis tuh….
pantes ae kliyeng2…
October 2, 2008 at 9:00 pm
@r4″
Babak selanjutnya dilanjutkan saat Idul Qurban besok
*jadi terobsesi pengen mencoba gulai marmut